Sutera Agung Rilis Apartemen di Jakarta Selatan

Meskipun pasar apartemen umumnya kelebihan pasokan, masih ada peluang yang menjanjikan untuk segmen tertentu. Segmen spesifik yang dimaksud adalah apartemen dengan klasifikasi menengah ke atas dengan kisaran harga 40 juta hingga 50 juta DKK per meter persegi. Kondisi ini mendorong PT Sutera Agung Propertyi (SAP) atau lebih dikenal sebagai Grup Saumata untuk optimis tentang peluncuran apartemen Jakarta Selatan baru pada tahun 2020. Langkah strategis ini telah diambil dalam keberhasilan mereka dalam menargetkan pasar niche khusus, apartemen kelas menengah , Saumata Suites, di area Alam Sutera, Tangerang. Saumata Suites hanya mengembangkan 104 unit dengan harga penawaran Rp5 miliar atau Rp28 juta per meter persegi dengan 168 meter persegi dan tiga kamar tidur.

Sejauh ini, penjualan sudah mencapai 55 persen. Mereka yang membeli adalah pengguna akhir yang mencari apartemen yang lebih besar, kata Direktur Grup Saumata Boy Noviyandi. Boy menambahkan bahwa, selain terlalu besar dalam unit, ada pengguna akhir yang masih memiliki minat untuk menghabiskan uang mereka di apartemen, mereka yang ekonomis “Jika produk yang kami tawarkan sesuai dengan kebutuhan dan keinginan mereka, mereka pasti akan menjual. Sebaliknya, jika tidak cocok, jatuh tidak termasuk. Inilah yang akhirnya mengarah pada kelebihan pasokan, kata Boy. Itu akan berkembang di wilayah selatan Jakarta, yang meliputi area seluas 10-12 ha.

Lokasi ini juga dipilih karena permintaan pasar untuk apartemen dengan kualitas dan spesifikasi yang sebanding, Saumata Suites, tetapi berlokasi di Jakarta. Saumata Suites telah diperbantukan dan konsumen membutuhkan apartemen seperti ini di Jakarta Selatan, tambah Boy. SAP akan membangun apartemen semi-perabotan di Jakarta Selatan dengan harga penawaran pertama mulai dari Rp40 juta hingga Rp45 juta per tahun. Meter persegi. Tidak seperti Alam Sutera, mereka akan memiliki investor asing untuk proyek terbaru ini. Ini karena kebutuhan dana investasi lebih tinggi yaitu sekitar Rp 1 triliun-Rp 2 triliun. Saat ini, kata Boy, sudah ada dua investor asing yang tertarik dan sedang diproses oleh SAP, yang berasal dari Korea Selatan dan Jepang.

Selain di Jakarta Selatan, SAP juga sedang menjalani proses penilaian untuk membangun proyek apartemen lain di Alam Sutera, dengan luas 6.000 meter persegi. Permintaannya sangat tinggi, datang dari para pemimpin pasar di Cilegon dan juga para emigran. Menariknya, mereka membeli dengan membayar kepada kami (pengembang). Itu tidak akan rumit dengan semua cek bank, kata Boy. SAP adalah pengembang baru yang didirikan bersama oleh empat pemegang saham dengan latar belakang berbeda. Mereka adalah Tri Ramadi, Ferdy Chamsi, Heryanto dan Kimilia Jajawihardja. Sejauh ini mereka memiliki tiga portofolio, yaitu Saumata, Saumata Suites dan Saumata Premier.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *